SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiKomputer / InternetLowongan & SDMPerkembangan SekolahPendidikan Network

Disini Anda dapat bersuara mengenai hal-hal pendidikan,   berkomunikasi dengan teman-teman dan kolega di dunia pendidikan,   menulis Aspirasi Anda terhadap pendidikan,   &    dapat memasang Berita Sekolah Anda untuk teman-teman.
Perkumpulan Sektor Pendidikan
Klipping Saran dari SuaraKita.Com, Korupsi.Org, Aspirasi.US The Voice of Indonesian Educators and Learners Klipping Saran dari SuaraKita.Com, Korupsi.Org, Aspirasi.US
Klipping dari Saran SuaraKita.Com, Aspirasi.US dan Korupsi.Org
Setiap hari kami menerima banyak saran baru di Pendidikan Network, SuaraKita.Com, Aspirasi.US, dan Korupsi.Org. Sebagai FAQ (Pertanyaan yang Sering DiTanyakan) kami sudah membuat bagian KLIPPING ini.

Biaya Pendidikan

Nama: PUTRI MEGA FATMAWATI
Dari: DEPOK / JAKARTA
Saya: Mahasiswi UI
Aspirasi / Informasi: SAYA MINTA DENGAN SANGAT AGAR ANDA SEGERA MENINDAK LANJUTI TENTANG BIAYA PENDIDIKAN YANG SANGAT MAHAL SAAT INI KARENA SAYA MERASA KASIHAN KEPADA ORANG NGGAK MAMPU. MOHON ASPIRASI SAYA INI DIPERHITUNGKAN DENGAN SANGAT! DAN SEHARUSNYA GAJI ANDA ITU SEBAIKNYA DISUMBANGKAN UNTUK ORANG YANG TAK MAMPU!!!OKKKKKKKKKKKK!!
E-mail Pengirim:

Aspirasi ini sangat menarik, sayang tidak ada alamat e-mail!

Kalau maksudnya, gaji saya sendiri - wah tidak dapat membantu siapapun! Semuanya di Pendidikan Network dikerjakan secara gratis. Kalau maksudnya, meminta dari gaji para langganan dan pembaca website ini, mengapa harus meminta uang dari orang yang barangkali telah bekerja keras dan berjuang untuk keluargnya secara halal. Berpikirlah lebih jernih, mengapa kita jadi begini?

Mengapa pendidikan jadi mahal untuk masyarakat? KORUPSI-kah penyebabnya? Kekayaan negara ini yang seharusnya dipakai untuk menyiapkan masyarakat untuk masa depan kelihatnya bocor (lebih dari 30%) - ke mana ya? Kepedulian pemerintah terhadap pendidikan sangat rendah, terlihat dari anggaran negara untuk pendidikan (dibawah 5% - sebenarnya), dibanding Malaysia 25% dan Thailand 30%. Kayaknya pemerintah kita sadar bahwa kalau masyarakat sudah berpendidikan dengan baik mereka tidak mungkin dipilih lagi. Apakah, ini pola pikir yang dipakai pemerintah kita untuk mempertahankan dirinya (kekuasaanya)?

Apakah anda betul-betul peduli mengenai "ORANG NGGAK MAMPU", dan peduli masa depan negara ini? Mengapa kita tidak berjuang secara berani untuk memberantas korupsi daripada meminta sumbangan saja. Kapan negara kita akan maju kalau solusinya selalu hanya meminta dan kapan kita mau berusaha untuk memperbaiki negara kita kalau tidak dari sekarang dan dimulai dari anda, saya dan kita semua?

Besok tanggal 17 Agustus adalah Hari Kemerdekaan kita, momentum yang sangat tepat kapan kita akan merdeka dari korupsi yang sudah terkenal di dunia dan ternyata jauh lebih berbahaya daripada AIDS, karena merusak moral bangsa dan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Memang masa depan negara dan pendidikan masyarakat hanya dapat ditingkatkan kalau masyarakat sendiri secara berani memaksakan tanggungjawab pemerintah pada bidang pendidikan ini. Seperti kemerdekaan negara kita dari pejajahan Belanda, tentu tidak akan dikasih begitu saja, kita harus berjuang dan melawan orang-orang yang mencuri masa depan negara kita dalam bentuk pendidikan bermutu untuk semua bangsa.
Selamat berjuang, Webmaster

Tanggal: 13 AGUSTUS 2004


Nama: Renov Natalina
Dari: Medan/sumatera Utara
Saya: Mahasiswa Medan
Saran: saya prihatin atas dunia pendidikan yang 'berbau' kapitalisme itu. artinya pendidikan nantinya akan hanya dinikmati oleh yang punya duit saja, yang tidak punya tidak menikmati. Saran saya adalah realisasikan segera anggaran pendidikan sebesar 20%, Kemabalikan PT pada hakekatnya (BHMN) dicabut. Pendidikan adalah hak setiap warga negara (UUD 1945)
E-mail Pengirim: lina66_anipar@yahoo.com

Saran Webmaster: Sebetulnya pendidikan biasanya murah atau gratis di sistem dan negara "kapitalisme", mereka sangat menghargai pendidikan dan perkembangan negaranya. Masalah disini adalah korupsi. Berapa % anggaran negara dibagi untuk pendidikan, berapa % untuk korupsi?
Memberantaskan korupsi - pendidikan murah!
Salam hormat, Webmaster.

Tanggal: 30 Agustus 2004


Name: Tommy Indra
Saya: Mahasiswa dari UGM
E-Mail: cahmanggung@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Sarannya Tommy pakai bahasa Inggris (response from Webmaster)
Hello Tommy, I am sorry that I didn't put your comments in here, but it's because we are not discussing gross changes in the legal system here, the issue here is education and funding. Our crisis is one of honesty and accountability, not systemic. Also, the problem we have in Indonesia is that there is no sense of "equity of justice" in the legal system, and this is due to the low quality of people we have in the system, not the system itself. With these same people any system will fail. Good systems are only a small component, "good people" is what is really important!
Salam hormat, Webmaster

Date: 16 September 2004


Name: al busthamy
Saya: Mahasiswa dari UNJ
E-Mail: abhuzacky@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
saya adalah bagian kecil dari mahasiswa yang kesulitan biaya tapi saya amat terhina dan tidak bersih hati membaca tulisan di situs ini dimana di tulis kenapa masyarakat yang mengenyam pendidikan dan kurang mampu anda katakan sebagai peminta-minta sekali lagi saya tegaskan anda harus meralat dan meminta maaf atas tulisan itu sebab anda yang berintelktualitas tinggi seharusnya tidak akan pernah pantas berkata seperti itu.

saya adalah salah satu penerima beasiswa dan saya bukan peminta-minta saya hanya ingin kuliah dan kemampuan akademik saya cukup maka tidak ada alasan bagi pemerintah mengganjal keinginan saya untuk memberikan sesuatu bagi negara ini. dan bukankah sudah ada pada UUD 1945 bahwa hak pendidikan di jamin negara.

Terima kasih atas saran anda
Memang anda "hanya ingin kuliah dan kemampuan akademik". Anda beruntung sekali karena anda mendapat beasiswa. Bagaimana dengan yang jutaan siswa/i, mahasiswa/i yang tidak terima beasiswa?
Masalahnya begini. Negara ini kaya sumber alam dan potensial SDMnya tinggi sekali, tetapi kalau semua masyarakat yang sulit ekonomi "hanya ingin kuliah dan kemampuan akademik" sendiri dan tidak berjuang untuk memberantaskan korupsi dan membenahi manajemen negara hanya sedikit masyarakat (seperti sekarang kira-kira 2%) akan dapat pendidikan perguruan tinggi.

RE: "bukankah sudah ada pada UUD 1945 bahwa hak pendidikan di jamin negara" Betul, jadi, mengapa keadaanya begini? Saya menerima ratusan pemintaan beasiswa setiap minggu, padahal saya hanya masyarakat biasa. Kapan anda, pelajar Indonesia, mau memaksakan pemerintah memberikan kesempatan supaya semua siswa di Indonesia dapat pendidikan sepuasnya. Apakah anda merasa anggaran 5% cukup dari APBN untuk pendidikan, walapun korupsi memakan lebih dari 30% APBN?
Kasihan sama yang lain yang tidak beruntung seperti anda.

Saya sendiri sangat menganjurkan siswa/i berusaha untuk mencari beasiswa dan saya menyediakan informasi di: http://EnterUniversity.Com/scholari.html tetapi kenyataan, hanya sebagian kecil yang akan menerima beasiswa dan lebih baik kita bersama berjuang untuk membenarkan keadaan negara kita untuk generasi-generasi sekarang, apalagi yang akan datang daripada keadaan ini diulangkan.

Berusahalah! Jangan meminta-minta saja, anda berhak untuk pendidikan yang bermutu yang dijamin oleh pemerintah
.

Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R., Webmaster

Date: 17 desember 2004


Saran Anda Terhadap Saran Di Atas

Nama: RATNA SARIE
Dari: DKI JAKARTA
Saya: Mahasiswi UNJ
Topik: BEASISWA Tanggal Sarannya: 4 FEBRUARI 2005
Saran: Saya hanya ingin menyampaikan seperti yang sudah biasa yaitu masalah biaya pendidikan.Bagamana bila seandainya untuk mendapatkan beasiswa dipermudah ???
E-mail Pengirim: RISTA.@.COM


Nama: Nasrul Azwar,S.Pd
Dari: Padang, Sumbar,
Saya: Guru SMA Negeri 10 Padang
Topik: Biaya Pendidikan Tanggal Sarannya: 11 Agustus 2005
Saran: Saya, Nasrul Azwar,S.Pd. Guru SMA Negeri 10 Padang, Alamat rumah Jalan Jambu No 9 Kel. Ujung Gurun Padang Telepon 0751-891079, HP.08126629550.Memang Benar Bahwa masyarakat kita merasakan bahwa biaya pendidikan itu memang mahal. terutama bagi masyarakat kita yang tidak mampu, sedangkan bagi masyarakat yang kaya berkecukupan dan mapan tidak mempersoalkan asalkan anak-anak mereka dapat belajar disekolah yang diinginkan,Kalau kita lihat masyarakat kita memang 60% hidup dibawah garis kemiskinan, 30% yang hidup berkecukupan, dan 10% yang hidup mewah (kaum elite)Kalaulah pendapat saya ini disampaikan kepada masyarakat, pemerintah, dan kepada pengambil keputusan dibidang pendidikan yaitu: Perlu dilakukan subsidi silang bagi masyarakat yang mampu dan kaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu melalui Dewan Komite di masing-masing sekolah baik yang berada di perkotaan ataupun dipedesaan, maka saya yakin biaya pendidikan itu akan terasa tidak mahal. artinya bagi masyarakat yang kaya dan mampu memberikan sumbangan pendidikan kesekolah sedikit agak lebih besar kalau dibandingkan dengan masyarakat yang kurang mampu. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak mampu atau miskin perlu digartiskan, sehingga kesenjangan biaya pendidikan itu dapat teratasi. Di Malasyia dan Brunai masyarakat yang tidak mampu diberikan bantuan biaya pendidikan dengan menyalurkan beasiswa-beasiswa tanpa pandang bulu pintar atau tidak pintarnya siswa. Bagi yang pintar malah dibebaskan dari biaya pendidikan bahkan dikirim keluar negeri dengan biaya negara

Mengapa kita bangsa Indonesia tidak mampu melakukan seperti itu. Karena Pemerintah belum berpihak kepada masyarakat kecil (Wong Cilik)Kalau pun ada bantuan itu kepada masyarakat kecil tetapi tidak lansung, tetapi singgah dulu kepada tangan pengambil keputusan (Kepala sekolah) sehingga jika sudah sampai maka pimpinan mengambil kebijaksanaan yang akhirnya sedikit sampai ketangan siswa yang bersangkutan. Sebaiknya Seluruh Siswa di Indonesia ini disuruh menabung secara individu keberbagai-bagai bank. kemudian dana bantuan tadi seperti kopesasi BBM lansung sampai ketangan siswa yang bersangkutan melalui tabungan tadi. Jangan Kepala sekolah atau orang yang mengambil keputusan lansung menerima bantuan tersebut dari bank atau kantor pos.tetapi siswa lah yang lansung menerimanya melalui tabungan masing-masing maka pemotongan-pemotongan tidak akan terjadi.atau program yang dibuat untuk siswa tidak beralih keprogram yang lainnya.Dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah itu harus digunakan untuk kepentingan pendidikan. Orang tua tidak boleh mempergunakan uang itu , Ia hanya boleh memberikan arahan yang baik sehingga uang yang dirima betul-betul bermamfaat untuk biaya pendidikan.JIka kembali kepada bantuan silang tadi maka dana bantuan dari orang tua itu dapat dipergunakan oleh sekolah berdasarkan peogram RAPBS yang telah disusun dan dipertanggungjawabkan oleh Kepala sekolah kepada Komite sekolah.Disamping itu orang tua walimurid perlu juga memikirkan kesejateraan guru. karena gaji guru yang hanya cukup untuk kebutuhan keluarga untuk 2 minggu.perlu ditingkatkan yang akhirnya guru sejatera, maka anak didik yang diajarnya juga serius. Guru tidak pernah serius mengajar karena mencari tambahan diluar jam mengajarnya.akibatnya siswa terkena imbasnya. Akibatnya mutu pendidikan juga terpuruk.
E-mail Pengirim:


Nama: Amri Ardiansyah
Dari: Temanggung/Jawa Tengah
Saya: Siswa SMA N 2 Temanggung
Topik: Biyaya Sekolah yg semakin mahal Tanggal Sarannya: 7 juni 2007
Saran: Pendidikan semakin mahal...Mbok mohon dibantu p Bambang s..Gmna caranya tuk menurunkan biyaya pendidikan tapi kwalitas pendidikannya tetap bagus,ga biyayanya menurun kualitasnya juga menurun.. Bantu kami masyarakat temanggung ya pak
Terimakasih
E-mail Pengirim: uzhyll@yahoo.com


KLIPPING-KLIPPING
[ Mutu Pendidikan ] [ Biaya Pendidikan ] [ Korupsi & Pendidikan ]
[ HOME ]


Print Halaman Ini

Aspirasi Pendidikan Kita
Menulis Aspirasi Anda
Kembali ke Halamam Utama Menulis Saran Anda
Korupsi dan Pendidikan
Mengirim Saran Anda - Klik di Salah Satu Situs di Atas

Info mengenai Webmaster

Mengirim Saran Mengenai Topik
Yang Dibahas Di Halaman Ini

Nama Anda:

Kota / Propinsi:

Saya di

Topik (dari atas):

Tanggal Sarannya:

Saran Anda:

E-Mail Anda:

Mohon Klik Sekali Saja!