|
Setiap hari kami menerima banyak saran baru di Pendidikan Network, SuaraKita.Com, Aspirasi.US, dan Korupsi.Org. Sebagai FAQ (Pertanyaan yang Sering DiTanyakan) kami sudah membuat bagian KLIPPING ini.
Korupsi & Pendidikan
Nama: Edwin Indranaya Dari: Jakarta Saya: Staf Teknologi Jakarta Aspirasi / Informasi:
APAKAH ASPIRASI INI DI BACA?
APAKAH FEED BACKNYA?
APAKAH ANDA PEDULI?
APAKAH BIAYA PENDIDIKAN MURAH?
APAKAH ANDA TIDAK KORUPSI?
APAKAH INDONESIA AKAN MAJU?
APAKAH HUTANG INDONESIA LUNAS?
APAKAH PENGANGGURAN BERKURANG?
DAN APAKAH Aspirasi: "n harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang"?
WALLAHU'ALAM E-mail Pengirim: edwin_indranaya@yahoo.com
Wah, ini bukan aspirasi, ini pertanyaan dan ada form khursus untuk pertanyaan. Tetapi karena anda sudah bertanya dan kami ingin transparen, saya akan menjawab.
APAKAH ASPIRASI INI DI BACA?
Website Aspirasi.US ini sudah "6716" hits bulan ini (Agustus) dan sekarang baru 17 Agustus.
APAKAH FEED BACKNYA?
Kadang-kadang saya akan memberi feedback kalau saya merasa perlu input dari saya. Tetapi, feedback yang paling penting yaitu dari langganan kami dan orang-orang di lapangan yang peduli pendidikan.
APAKAH ANDA PEDULI?
Wah, anda menilai sendiri. Setiap tahun saya menghabiskan ribuan dollar dari kantong saya sendiri dan sudah berjuang dengan website-website (24 khursus pendidikan Indonesia) selama enam tahun. Terus terang, isteri saya kadang-kadang merasa saya "stupid" karena saya sering bekerja dari jam 6 pagi, sampai jam 1 pagi tanpa menghasilkan uang. Saya percaya bahwa ada cukup orang di lapangan yang jujur atau ingin jujur dan peduli pendidikan dan kalau kita menjadi kompak dan bejuang bersama kita akan mempercepat proses perubahan. Saya merasa puas kalau ada hasilnya, meskipun tidak dapat dinilai dengan materi.
APAKAH BIAYA PENDIDIKAN MURAH?
Ini memang topik diskusi minggu ini.
Jawaban tersingkat begini:
Kalau anda sudah langganan Pendidikan Network anda tahu bahwa saya berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan pendidik. Jadi pendidikan bermutu seharusnya lebih mahal lagi. Di Indonesia harga pendidikan masih termasuk murah dibanding dengan negara lain. Tetapi, karena kesejahteraan masyarakat sudah rendah sekali dan bagian anggaran dari pemerintah untuk pendidikan sangat rendah sehingga pendidikan memang sudah mahal buat kebanyakan masyarakatnya!
Masalahnya begini. Pemerintah sudah membuat pendidikan wajib 9 tahun, tetapi mereka tidak membuat pendidikan 9 tahun itu gratis. Mengapa? Karena alokasi anggaran untuk pendidikan sangat kecil walapun pendidikan yang bermutu adalah hak semua masyarakat di Indonesia, Ini negara kaya. Jadi kita harus bertanya kepada pemerintah "ke mana uangnya". Kami semua tahu mengenai korupsinya, kapan kita mau membuat pemerintah bertanggungjawab?
APAKAH ANDA TIDAK KORUPSI?
Maaf, tetapi saya tidak anggap uang begitu penting sampai menjual roh saya.
APAKAH INDONESIA AKAN MAJU?
Pasti Indonesia akan maju. Pertanyaan yang penting adalah kapan? Selama masyarakat masih mau menghormati orang-orang yang koruptor dan ikut berbuat seperti mereka, tentu kita tidak akan maju. Menghormati dan melayani koruptor selain berdosa tentunya menghianati negara kita.
APAKAH HUTANG INDONESIA LUNAS?
Mengambil uang-uang dari koruptor - beres!
Tetapi, kelihatannya hukum Indonesia menjaga dan menyelamatkan mereka yang rakus. Tetapi, misalnya tukang becak yang mencuri Rp.100.000 karena lapar pasti akan langsung masuk penjara (kalau tidak dibakar masa). Kasus-kasus koruptor yang dilepaskan terus memang memalukan hukum negara dan bangsa negara kita. Mengapa bangsa harus malu? - siswa-siswi yang berani mem-protest tidak didukung oleh masyarakat.
Kalau kita mulai peduli mengenai negara dan masyarakat, kita akan fokus kepada kesempatan negara ini untuk menghasikan uang, daripada mengimport barang dari luar negeri yang semestinya kita dapat produksi sendiri, misalnya mobil. Kebijakan pemerintah kita sekarang hanya menguntung negara lain dan orang-orang tertentu yang dapat mengimportnya.
APAKAH PENGANGGURAN BERKURANG?
Kuncinya adalah membuat industri. Salah satu masalah dari korupsi adalah uang yang dicuri tidak dipakai untuk investasi di dalam negeri. Tetapi, kebanyakan dipakai untuk membeli rumah mewah buat sendiri dan simpanan-simpanannya, tanah, hotel, shopping plaza, mobil mewah, memasukan uang ke bank di dalam dan di luar negeri yang sangat tidak membantu perkembangan negara kita.
DAN APAKAH Aspirasi: "n harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang"?
Kalau anda ingin kehidupan anda lebih baik besok daripada sekarang, keinganan itu namanya ASPIRASI.
Maaf, ini Hari Kemerdekaan Indonesia dan saya juga wajib membantu dengan kegiatannya dan saya harus pergi sebentar lagi. Maaf kalau ada yang kurang, tetapi ini hanya jawaban tersingkat saja. Salam hormat, Webmaster Tanggal: 16/17 Agustus 2004
Nama: YUNIS MARIAS & DESY AMBAR RINI Dari: PARE / JAWA TIMUR Saya: Siswi SMAN 1 PARE Aspirasi / Informasi: Kami berdua ingin agar aparat kepolisian memberantas para penjudi dan para pecandu obat - obatan terlarang.
karena kami merasa apa yang dilakukan para pihak yang berwajib belum maximal. E-mail Pengirim:
Terima kasih YUNIS MARIAS & DESY AMBAR RINI Kalau kita melihat masalah judi. Judi hanya mempengaruhi sebagian kecil masyarakat, dan yang penting, yang mau dipengaruhi - mereka ingin main judi. Siapa yang menjadi korban? Dibanding dengan korupsi yang merugikan seluruh masyarakat yang tidak ingin dirugikan, plus menghancurkan masa depan dan moral bangsa, maupun ekonomi negara. Sebenarnya, judi sebagian hal kecil kalau dibandingkan.
Mengenai "pecandu obat", anda ingin apa sebenarnya? Mereka adalah sebagai korban dan perlu dibantu. Kalau yang menjual obat terlarang, mereka dihukum mati juga boleh, mereka adalah kriminal yang menganggap uang lebih penting daripada manusia.
Dua-duanya tidak mungkin diberantas kalau korupsi tidak diberantas dulu - korupsi adalah musuh negara kita! Salam Hormat dan Selamat Berjuang Webmaster Tanggal: 8 - SEPTEMBER - 2004
Name: Dalilah
Saya: Guru dari depok
E-Mail: Dalilah_Musyaffa@yahoo.com
Comments: Kita harur mencari solusi tuntas atas permasalahan2 yang terkait dengan korupsi khususnya, betapa memalukan, indonesia yang katanya negara bermartabat tetapi pada faktanya?....anehnya, kenapa hukum selalu berpihak pada pihak2 yang berkantung tebal, mereka seakan-akan tak tersentuh hukum, tapi beda halnya dengan rakyat kecil...bukankah berarti negeri ini kapitalia, that mean kekuasaan ditangan pemilik modal (Capital) berati, kita ganti saja sistem kapital ini dengan sistem lain yang paripurna! Date: 26 september 2004
Bukan sistem yang gagal, orang-orang rakus yang menggagalkan. Mengganti sistem 1000 kali dengan orang yang sama - TETAP GAGAL! Sebetulnya, sistem kapitalisme sangat menghargai pendidikan dan kemampuan masyarakat. Salam hormat, Webmaster
Name: umar bin chotob
Saya: Mohon Pilih dari
E-Mail: hudaya@eramuslim.com
Comments: Korupsi harus dikikis sampai habis, iman dan yakin kepada Allah SWT harus diwujudkan dalam perbuatan sehari-hari, sholat agar selalu diprioritaskan.
Memang sholat perlu dan wajib, tetapi kita harus berusaha bila ingin memberantas korupsi Salam Hormat & Selamat Berjuang Webmaster.
Date: 30 September 2004
Name: murni lestari
Saya: Mahasiswa dari UNY
E-Mail: untuk_murni@yahoo.com Type of Input: Moral
Comments: Korupsi telah menjamur di mana- mana. Ayooooooooo berantas korupsi mulai dari diri kita sendiri, dari hal yang keci dan dari sekarang.
RE: "mulai dari diri kita sendiri" Ini memang pesan dari koruptor-koruptor sejak 30 tahun lebih yang lalu ....."Tenang, sabar, mulai dari diri anda sendiri, dan membiarkan kami yang mencuri semua kekayaan negara, dan rakyat - yang makin lama makin sulit!"
Artinya - "Jangan menggangu kami yang Koruptor!" Ini membodohkan saja! Memang kita harus terus memperbaiki diri, tetapi kalau koruptor tidak dihukum dan pejabat-pejabat tidak dipaksa bertanggungjawab, percuma kita! Tidak mungkin orang-orang sejahat itu, yang hanya peduli mengenai mengisi kantong sendiri, akan "mulai dari diri sendiri" Salam Hormat dan Selamat Berjuang! Webmaster Date: 7 januari 2005
Name: jeni
E-Mail: geny021 Type of Input: Pendidikan
Comments: RE: Korupsi.org: "Yang pertama, kami ingin mendukung Pemerintah Indonesia dan Policy Anti-Korupsinya."
Posisi pemerintah sangat kuat sekali karena mempunyai kekuasaan, pengaruh dan kemampuan tidak terbatas untuk menghentikan korupsi, kalau mau...., kok saya lebih cenderung masyrakatnya yang harus didukung untuk mengawasi kerja pemerintah yang suka korup, artinya pemerintah adalah orang pertama yang harus mengamankan uang negara/rakyat.
Korupsi.Org idea yang bagus untuk pendidikan memintarkan/memberanikan masyarakat ikut serta aktif dalam bersama sama memberantas korupsi. bravo ...
salam.
g.s
Terima kasih G.S. Memang sampai saat ini kami "mendukung" omongan dari pemerintah, pelaksanaannya belum begitu kelihatan. Memberantaskan korupsi sangat tergantung PSM (Peran Serta Masyarakat). Negara ini dimiliki masyarakat! Uang yang dicuri dimiliki masyarakat (kita), dan kalau masyarakat tidak peduli, mengapa koruptor harus peduli? Apa motivasinya untuk koruptor yang dapat menerima Rp.500.000.000 untuk tanda tangan saja (biar sangat merugikan masyarakat), mau jujur dan menerima gajinya saja.
Kita hanya akan berhasil kalau "Rakyat Indonesia Bersuara dan Berusaha" untuk memberantas korupsi (yang sangat merugikan anak bangsa), dan membenarkan/mengganti SDM di bidang hukum (yang sangat memalukan bangsa kita semua). Bersama kita dapat berhasil! Ayo ....! Salam Hormat dan Selamat Berjuang! Phillip R., Webmaster Date: 14/1/2004
Name: kisum kusnadi
Saya: Mahasiswa dari STIA BAGASASI Bandung
E-Mail: kisum_kusnadi@yahoo.com Type of Input: Moral
Comments: Jangan Harap..
Tujuan Nasional Bangsa Indonesia seperti yang tercantum dalam UUD 45 adalah menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.
Bagaimana masyarakat bisa makmur kalau cari kerja aja SUSAH, Lapangan kerja ga ada, trus yang udah kerja kena PHK, terlagi yang udah kerja gajinya minim, bahkan untuk biaya hidup sehari-hari juga pas-pasan bahkan kurang, eeeeeeeee.. dah gitu BBM naik, Sembako ikut-ikutan naik pula.. Kayanya itu deh yang menyebabkan orang orang korupsi...( Korupsi apa aja )
Coba kalau masalah-masalah diatas dapat diatasi oleh pemerintah kita,,, insya allah semua orang akan menikmati apa yang di dapat tanpa harus melakukan korupsi dan pada akhirnya tujuan nasional bangsa Indonesia akan terwujud,,Bukan begitcu kawan?..
Terima kasih. RE: "Bagaimana masyarakat bisa makmur kalau cari kerja aja SUSAH" Bagaimana kalau "Pemerintah Mega Korupsi RP166,5 Triliun", uangnya sudah dipakai untuk membangun industri dan pabrik daripada disembunyikan di bank-bank dan properti? Korupsi sangat merugi masa sekarang dan masa depan kita Salam Hormat dan Selamat Berjuang! Webmaster
Date: 16 Januari 2005
Name: maher fmn universitas lampung
Saya: Mahasiswa dari lampung
E-Mail: Type of Input: Pendidkan
Comments: pendidikan adalah pondasi demokrasi. jika pengambil kebijakan tidak melegitimasi apa yang seharusnya masyarakat dapatkan yaitu pendidikan yang menjadi modal utama pembangunan khususnya melawan pengaruh kapitalis asing maka otomatis masyarakat tidak bisa membuat pasar ekonomi sendiri baik didalam maupun diluar negeri. karena itu pemerintah yang tidak memberikan pendidikan yang jauh lebih baik daripada negara lain adalah pemerintahan yang membohongi rakyat sendiri. karena pendidikan adalah saran akut untuk membangun mentalitas bangsa menuju pembaharuan.
Terima kasih, tetapi saya bingung, mohon menjelaskan maksudnya "melawan pengaruh kapitalis asing". Sering "kapitalis" dan "kapitalisme" di sebut sebagai masalah tetapi di sistem kapitalis, pemerintah biasanya sangat menghargai pendidikan dan perkembangan negara. Apa maksudnya, masalah di Indonesia adalah "korupsi" dan "rakus yang tanpa batas", bukan kapitalisme? Mohon maksudnya apa?
Salam Hormat dan Selamat Berjuang
Webmaster
Date: 24 january
Name: Lucky A L
Saya: Masyarakat dari Jakarta
E-Mail: botskee@yahoo.com Type of Input: Pendidkan
Comments: Ini respon dari webmaster pada post terdahulu:
Terima kasih, tetapi saya bingung, mohon menjelaskan maksudnya "melawan pengaruh kapitalis asing". Sering "kapitalis" dan "kapitalisme" di sebut sebagai masalah tetapi di sistem kapitalis, pemerintah biasanya sangat menghargai pendidikan dan perkembangan negara.
Apa maksudnya, masalah di Indonesia adalah "korupsi" dan "rakus yang tanpa batas", bukan kapitalisme?
Mohon maksudnya apa?
Salam Hormat dan Selamat Berjuang
================
saya permisi urun rembug. saya ini orang yang penasaran, kok rekan di pendidikan.net/korupsi.org (webmaster) terkesan menjauhi pendekatan yang melihat permasalahan pendidikan indonesia ini sebagai masalah sistemik?
di sisi lain, anda menyatakan bahwa
1. ada masalah political will (bahwa pendidikan tidak dianggap penting oleh pemerintah);
2. kemudian masalah tersebut mewujud dalam bentuk rendahnya anggaran pendidikan;
3. anda juga mengaddress masalah penegakan hukum sebagai titik penting permasalahan pendidikan;
4. masalah moral dan etos hidup bangsa indonesia yang kerdil juga disorot;
menurut pendapat saya, keempat masalah itu semuanya terjadi secara sistemik.
1. political will pemerintah dipengaruhi oleh tarik-menarik kubu politik yang menopang negara. dalam pandangan saya sekarang ini penopangnya ya masih badan asing yang memberi hutang dan konglomerasi yang berkembang biak sejak jaman orde baru. so wajar jika political will pemerintah tidak condong ke kepentingan rakyat indonesia.
Saran Webmaster
Maaf, saya kira pemerintah tidak wajar kalau kita befikir secara logic karena mereka sendiri mengaku bahwa korupsi, yang ketahuan saja 30%, tidak diatasi, tetapi pendidikan yang paling penting terhadap masa depan negara dibiarkan (5%). Utang-utang negara itu dari mana? Ke mana uangnya? Mengapa pengurus negara dapat hidup di dalam kekayaan luar biasa tetapi rayat susah mencari makan. Sistem atau orang-orangnya?
2. beberapa rekan yang lain sudah menyebutkan bahwa anggaran pendidikan indonesia relatif rendah. dan indonesia ini dibebani kewajiban bayar hutang. bagaimana mungkin kita bisa bilang hal tersebut tidak sistemik? kan hutang ini asalnya dari kolaborasi kepentingan penguasaan sumber daya indonesia oleh negara maju + kebutuhan negara militeristik orde baru untuk mempertahankan stabilitas ekonominya.
Saran Webmaster
Memang "anggaran pendidikan Indonesia relatif rendah" dan ini sebagai masalah karena pendidikan bukan prioritas dari pemerintah, mengapa begitu? Sistem tidak membuat prioritas yaitu dari orang. Kalau mau sebut utang lagi, saya mau tanya lagi, ke mana uang utang itu? Siapa yang mendapat "benifit" (untungan) dari uang itu, rakyat atau orang tertentu? Apakah, anda betul percaya bahwa uang (utang) itu digunakan untuk hal penting negara atau kepentingan pribadi? Sistem atau orang-orangnya?
3. jika anda mengaddress penegakan hukum sebagai masalah penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, dan memahami bahwa penegakan hukum di Indonesia ini masih lembek. Artinya kita berbagi pendapat yang sama, bahwa masalah pendidikan ini bersifat sistemik, karena hukum adalah produk dari kolaborasi antar kepentingan politik di parlemen. dan kepentingan politik di parlemen mencerminkan kepentingan ekonomi di Indonesia. Saya berasumsi, bahwa saya dan anda juga berbagi pemahaman yang sama, bahwa parlemen Indonesia tidak mempu merepresentasikan kepentingan rakyat Indonesia dalam bentuk produk hukum (seperti UU dan APBN);
Saran Webmaster
Kalau sistem hukum ini (sekarang) dilaksanakan oleh orang-orang yang jujur dan adil, kita tidak akan mempunyai masalah lagi. Di mana di dalam "sistem hukum" dicatat bahwa orang kaya boleh dibebaskan, walaupun pencuri ayam harus dihukum. Maaf, saya belum membaca itu. Hukum sendiri harus dibebaskan dari politik. Sistem atau orang-orangnya?
4. kemudian tidak luput anda juga menunjuk masalah etos hidup bermalas-malasan dan suka mencuri (korupsi) sebagai biang kerok masalah pendidikan. well, buat saya itu bukan mentalnya orang indonesia, tapi itu mental birokrat. Buat saya ini bukan cuma masalah individual, tapi juga masalah sistemik yang terjadi sejak jaman kolonial dulu. Sejak jaman Belanda, macan2 nusantara seperti Diponegoro, Patimura, sampai Suryopranoto, Ki Hadjar Dewantara, Soekarno, Hatta, Malaka, dll. itu kan diburu terus. Dan jutaan orang Indonesia ini hidup dalam nuansa penghambaan. Yang terakhir lihat saja kasus SCTV yang harus mecat reporternya karena berita kurang enak buat TNI soal aceh, kalau di sekolah, mahasiswa2 radikal di DO.
Saran Webmaster
Naaaaa, dengan ini saya sangat setuju. Saya memang sayang sekali dengan rakyat Indonesia, mengapa? Di dalam keadaan yang sangat buruk mereka masih dapat senyum dan mencari sesuatu yang lucu, hebat menurut saya. Selain ini saya tahu bahwa salah satu ciri-ciri rakyat Indonesia adalah mereka ingin jujur dan ingin memajukan negara ini, dan aspirasinya banyak. Waktu saya bekerja bersama pegawai negeri jelas kebanyakan pegawai ingin melaksanakan tugas yang baik secara jujur. Tetapi mereka terikat, bukan dari sistemnya, tetapi dari lingkungan setan (orang-orang). Sebetulnya saya yakin ada korupsi dari Zaman Batu, tetapi ini bukan halnya. Yang kita melaksanakan dan terima sekarang, yaitu yang penting. Sudah waktunya untuk STOP KORUPSI.
How can we say it is not systematic? Kita ini bapak anak hidup dalam tekanan konstan untuk menjadi orang yang buta politik.
Saran Webmaster
Kalau kita mengganti orangnya dengan orang-orang yang jujur dan peduli negaranya daripada kepentingan pribadi kita pasti dapat maju cepat dan keluar dari keadaan sulit sekarang. Apa lagi kalau mereka mempunyai visi untuk negara ini seperti membangunkan industri dan mutu pendidikan daripada Hotel istimewa, Mal-Mal dan pertokoan untuk berdagang saja, kemajuannya lebih cepat lagi.
-------------
saya coba jawab pertanyaan webmaster yang paling atas:
Saran Webmaster
Sebelumnya saya ingin menyampaikan definisi Kapitalisme dari "Kamus Besar Bahasa Indonesia" edisi ketiga Departemen Pendidikan Nasional
"Ka.pi.tal.is.me n sistem dan paham ekonomi (perekonomian) yg modalnya (penanaman modalnya, kegiatan industrinya) bersumber pd modal pribadi atau modal perusahan swasta dng ciri persaingan dl pasaran bebas"
Di mana masalahnya?
1. saya setuju kalau masalah pendidikan di Indonesia adalah masalah kapitalisme yang merasuk ke sendi-sendi pendidikan;
Saran Webmaster
Pak, saya sudah membaca statemen-statemen anda yang berikut dan yang lain aggak sama dengan ini, jadi tidak terjawab secara masing-masing.
Saya tidak membela kapitalisme, saya hanya ingin kita membuka mata dan melihat "masalah yang benar" dan itu bukan kapitalisme. Sistem yang mana saja akan gagal dengan SDM yang kita menggunakan sebagai pelaksana sekarang. "The System" sistemnya selalu dikambing hitamkan sebagai alasan utama. "Bukan saya yang salah, sistemnya!" Tidak ada yang bertanggunjawab. Saya hanya ingin kita memperbaiki keadaannya. Masalah perekonomian negara (kaya) ini adalah perencanaan pemerintah terhadap perkembangan negara sangat rendah dan penyelewangan anggaran negara sangat tinggi jadi kesejahteraan rakyat adalah sangat buruk sampai pendidikan sebagai hal yang mahal. Menurut saya, ini terjadi karena visi dan pelaksanaan untuk membangunkan industri pertanian dan industri lain sangat tidak diprioritas. Masalah pendidikan adalah banyak sekali, enak kalau kita dapat bilang alasannya "kapitalisme". Masalah-masalah termasuk implementasi kurikulum, kesejahteraan guru dan dosen yang tidak cukup sampai mereka harus mencari makan di luar dan tidak fokus kepada tugasnya. Negara ini sangat perlu rakyat yang inovatif dan kreatif untuk menghadapi masa yang akan datang tetapi pendidikannya tidak membangunkan kreativitas, individulisme, dan kritis pelajar secara terbuka. Yang sering membuat saya sangat sedih adalah kemampuan negara ini adalah sangat tinggi, tetapi visi manajemen negara adalah sangat terbatas. Orang-orang lagi! Bukan Sistemnya!
Semoga pemerintah baru (SBY) akan mengganti banyak SDM dan membuat paradigma baru yang sangat peduli rakyat, pendidikan, dan masa depan negara. Kita melihat dan memonitor dulu, ya!
makasih rekan webmaster.
semoga bisa kita bisa tukar pendapat di lain waktu. salam untuk rekan2 pemerhati pendidikan yang lain.
Wow! Terima kasih banyak Pak Lucky A L
Saya sangat menghargai kepedulian dan partisipasi seperti ini dari langganan Pendidikan Network.
Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Webmaster
Date: 14/02/2005
Saran Anda Terhadap Saran Di Atas
Nama: Soleh Sugianto Dari: Tangerang Saya: Staf Administrasi salah satu perusahaan Rubber Topik: Akhlak kita Tanggal Sarannya: 27 Januari 2005 Saran: Korupsi ta'kan terjadi jika mereka2 itu punya akhlak n moral yang baik untuk mendasari hidupnya,dan Mari kita memasyarakatkan bahwa ada kehidupan lagi setelah mati untuk mempertanggungjawabkan kelakuan kita selama didunia Dan kita jangan pernah ada kata lelah untuk selalu mendoakan.....Okey.... E-mail Pengirim: eross14@plasa.com
Nama: angelus Dari: Palembang Saya: Masyarakat palembang Topik: korupsi dan pendidkan Tanggal Sarannya: 21 Maret 2005 Saran: Korupsi di indonesia sudah meraja lela dan sudah mengakar dam diri masyarakat, sehingga tak heran kalau negara indonesia menjadi urutan ke lima, karena ada pintu atau meja yang kalau berurusan harus ada administrasi yang tidak perlu, contoh untuk pendaftaran masuk Sd 1 juta, SMP 2 juta, Mahasiswa 3 juta, Untuk jadi anggota MPR 700 juta, polisi 25 juta, Bupati 300 juta, PNS 25 juta, jadi apa pendidklan indonesia ini jika sistim pendidikan di perjual belikan, menggunakan pendidikan sebagai tempat bisnis dan korupsi besar-besaran, maka mutu pendidkan kalau di jadikan sebagai tempat korupsi maka mutu pendidkan indonesia makin hari semakin merosot dan terpuruk di antara negara-negara di dunia, makan kualitas hidup manusia makin merosot sehingga moral dan harkat manusia di injak injak, keadilan di perkosa oleh orang-orang berduit, sehingga masyarakat indonsia walaupun kaya tetapi menderita di atas kekayaan sendiri dan di nikmati oleh orang-orang yang berkuasa.
Hati nura semakin mengeras dan membatu "tetpai ingatlah pada hari penghakiman terakir manusia-manusia yang bejat dan berdoasa akan di campakan di dalam neraka, bertobatlah orang-orang yang korupsi, jangan hanya memikirkan hari ini tettapi tataplah kearah depan apa yang di tinggalkan oleh generasi tuan kepada \generasi muda, kalau hidup generasi tua semrawut apa yang mau di tiru oleh generasi muda. E-mail Pengirim: angelus@telkom.net
Nama: Zoer'aini Djamal Irwan Dari: DKI Jakarta Saya: Dosen Universitas Trisakti Jakarta Topik: Masalah Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) Tanggal Sarannya: 24 Maret 2005 Saran: Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sangat merusak bangsa Indonesia dlam segala lini karena KKN telah a.l:
1. merusak mental bangsa
2. membuat orang banyak menjadi tidak percaya diri
3. membuat orang tidak lagi dapat bekerja sesuai dengan keinginan dan keahliannya masing-masing
4. membuat negara kita berantakan, karena banyak yang menjabat tidak sesuai dengan keahliannya
5. Para ahli terpental kemana-mana
6. menjatuhkan martabat bangsa
7. menyebabkan krisis moral
8. menyebabkan bangsa menjadi bodoh
9. kerusakan tanah air, dan bangsa Indonesia,
10. krisis yang berkepanjangan dan banyak lagi....semua itu biang keroknya adalah karena KKN.
Oleh karena itu KKN harus segera dibrantas... mari kita berdoa 40 hari 40 malam mendoakan agar para koruptor itu segera mengembalikan uang yang telah mereka korup (perlu sediakan no. rekening) dan bagi siapa saja yang tidak mau mengembalikannya agar mereka itu dihukum dan dikutuk oleh Allah SWT.... seru nih... ... ini salah satu usulan/kesimpulan seminar di Univrsitas Trisakti kemaren 22/3 05, memang sulit membrantas KKN itu, korupsi sepertinya sudah dilaksanakan secara berame-rame. Oleh karena itu juga perlu didoakan dan dikutuk secara berame-rame pula.
Akhirnya penegakan hukum paling pegang peranan dalam membrantas KKN .........
terima kasih E-mail Pengirim: amboaini@gmail.com
Nama: Nana Dari: Yogyakarta Saya: Mahasiswi uny Topik: korupsi Tanggal Sarannya: 16 mei 2005 Saran: Assalamulaikum... kepada para pejabat dan orang- orang yang menyuarakan pemberantasan korupsi... Sebenarnya pemberantasan korupsi, dapat dilakukan dengan memulai dari diri sendiri, jujur dengan diri sendiri itulah awal yang baik untuk membarantas korupsi. mulailah dari diri sendiri barulah kita mengingatkan orang lain. ok. :) E-mail Pengirim:
Nama: TOMMY Dari: JAKARTA Saya: Siswa SMUK 2 Topik: PIHAK YANG SEHARUSNYA MEMBERANTAS KORUPSI Tanggal Sarannya: 27 SEPT 05 Saran: KITA TAHU BAHWA SBY ADALAH ORANG YANG BERSIH, NAMUN PENDAPAT SAYA SBY TERLALU LEMBEK ATAU KURANG TEGAS. SARAN SAYA: PRESIDEN ORANG BERKUASA DI SINI.. SEKARANG MASALAH UTAMA ADALAH KORUPSI! SEHARUSNYA PAK PRESIDEN MENGUTAMAKAN MASALAH INI DULU, LUPAKAN URUSAN2 YANG LAIN DULU.. KENAPA PAK PRESIDEN TIDAK TURUN TANGAN SENDIRI DALAM MASALAH INI! DATA TELAH BANYAK DI KPU. SARAN SAYA PRESIDEN LANGSUNG TURUN TANGAN DALAM MEMBURU KORUPTOR! PAK SBY TIDAK TAKUTKAN? MAKA ITU KENAPA TIDAK?
KALAU SAJA KITA PUNYA PRESIDEN YANG KERAS DAN BERANI! MASALAH INI TIDAK AKAN LAMA!
AYO PAK PRES!!!! E-mail Pengirim: lohisto_666@yahoo.com
KLIPPING-KLIPPING
[ Mutu Pendidikan ] [ Biaya Pendidikan ] [ Korupsi & Pendidikan ] [ HOME ]
Mengirim Saran Anda - Klik di Salah Satu Situs di Atas
|